Perpindahan
Blog pindah ke wordpress. Alamat zinalamra.wordpress.com
Selasa, 20 Desember 2016
“Duuuuuuuuuuuut.” suara lain keluar diantara musik mendayu-dayu.
Sabtu, 24 September 2016
Jumat, 24 Juni 2016
“Air tanahmu adalah nyaniyan kering tentang keabadian hotelmu adalah misteri semesta.” (remix-soe hok gie), ungkapan kekecewaan masyarakat Yogyakarta terhadap penguasaan air oleh pihak hotel dilukiskan dalam mural di cuplikan film dokumenter Belakang Hotel produksi WATCHDOC.
![]() |
| Film Dokumenter "Belakang Hotel" |
![]() |
| Buku yang mengisahkan kehidupan Jugun Inafu |
“...sampai saat ini masih terjadi stigma negatif di tengah masyarakat terhadap para wanita eks Jugun Ianfu, yakni sebagai wanita penghibur dan pekerja seks.” anggota Komnas HAM, Hesti Armiwulan. (news.detik.com, dimuat tahun 2010)Baca selengkapnya »
Sabtu, 07 Mei 2016
Berawal dengan permulaan yang asal-asalan dan pengakhiran tak pasti, terkecuali kematian. Menghirup kepulan uap air mendidih, dua telur saling berbenturan memecah gelembung rapuh. Ia berdiri sedikit menjauh. Api kompor sudah terlalu mengganggu pandangannya. Tangan pasi mendingin bercorak urat kehidupan menyeka air kesedihan yang begitu saja jatuh dari mata kirinya. Seorang khayal berbisik dari samping, "Kau harus tetap hidup".
Rabu, 13 April 2016
“Saat kita menemukan dunia ini terlalu buruk, kita butuh mengungsi ke dunia lain.”(Gustave Flaubert)
Selasa, 29 Maret 2016
Rabu, 23 Maret 2016
Rabu, 16 Maret 2016
Cakrawala telah bertukar. Hawanya mengharap bulan tak sendiri lagi, petang ini. Wahai bintang yang sedikit. Tetaplah tinggal! Jangan ikuti awan gelap. -17:43-
Halus melambai dari jauh mata. Sepoi menggiring harum debur ombak. Siluet hitam terbayang antara lidah jingga. Dirimu berdiri menatap hitam tenggelamkan fajar. "Apa yang kau tunggu sayang?" ucapku dalam hati. Lalu suara berbisik dari tempatmu "Kematiannya." ucapmu lirih. -18.00-
Bosan... Wahai cicak di dinding beri aku harapan dalam tunggu. Jatuhkanlah telurmu, hasil buahan semalam bersama si jantan. Biar bekas kaos kaki yang erami, aku akan bersabar menunggu sampai hidup baru muncul dari cangkang tipis itu. Harapku tyrannosaurus mungkin yang akan memecah cangkang dari dalam. Ternyata salah, yang muncul hanya anak ayam. Terlalu banyak lamun melamun dari hayal menghayal. Dasar mungkin terlalu tinggi, mimpi di atas pucuk gunung. -18.06-
Manusia tak jelas itu, hari lalu berucap "Saya menyerah tidak apa-apa kan?" "Silahkan sayangku." aku membatin. Tapi jangan muncul lagi! Bersama kumis tipis apalagi kata-kata tak tau aturan itu. Ini bukan perkara gampang. Pintunya sudah terbuka sedikit. Angin malam terlanjur masuk dan kau pergi tanpa menutup kembali. Tau tidak aku mudah sekali masuk angin. -18.16-Baca selengkapnya »
Rabu, 09 Maret 2016
"Redah, hujan telah usai turunkan rezkinya. Kubangan menampung anugerah mengisi dahaga-dahaga kehausan hingga meluap kemana-mana. Kira semuanya kebagian, nyata kaki telanjang itu masih mengada tangan meminta air. Berusaha menjaga agar tetes tertampung di atas selah-selah tangan. Hujan, mungkin engkau terlalu sebentar basahi bumi."
"Kata hanya kata yang tertulis, tulus sungguh tak nampak. Selalu bisu saat mata bertemu, mendiami pikiran sendiri. Pernahkah penasaran hadir di benakmu. Jika jujur mampu terucap, aku hanya suka namun takut untuk cinta. "
Selasa, 08 Maret 2016
“Setetes keringat pasti membawa manfaat,minimal apa yang kita kerjakan berguna untuk diri sendiri.” ucapnya
Berjudul
“BERGERAK! Peran Pers Mahasiswa dalam Penumbangan Rezim Soerharto” buku ini menuliskan
seacara gamblang peranan gerakan mahasiswa, dikemas dalam sudut pandang pers
mahasiswa (persma) yang hakekatnya berperan sebagai pemasok informasi,
motivator, sosialisasi, integrasi, dan edukator. Disisi lain peran mediator,
inspirator, provokator dan korektor juga turut menjadi peranan yang mampu
mempengaruhi segala lapisan masyarakat terutama para pemuda Indonesia yang saat
itu mulai menyadari adanya praktek-praktek politik, ekonomi, dan sosial yang
janggal saat rezim order baru pimpinan Soeharto yang disebut-sebut sebagai pemimpin
otoriter yang membatasi rakyat untuk beraspirasi menyampaikan pendapatnya
hingga pembrendelan. Banyak media-media pers maupun umum yang terkesan datar
dalam memberitakan gejolak politik di Indonesia, namun ada salah satu media
persma yaitu BERGERAK! yang mau secara gamblang dan tanpa sungkan-sungkan mengkritik
bagaiamana boboroknya pemerintahan Indonesia secara berani . Dalam buku ini,
Satrio sang penulis memfokuskan pada media BERGERAK! yang berperan aktif dalam
memberikan pengaruh dan mobiltas terhadap gerakan mahasiswa dalam menumbangkan
pemerintahan Soeharto, selain itu penulis juga menjelaskan pada bab awal
mengenai sejarah sistem pemerintahan Indonesia secara singkat dan bagaimana
situasi rakyat dan gerakan-gerakan, maupun pers saat itu. Kemudian pandangan
secara umum apa itu peran, status, gerakan sosial, gerakan mahasiswa, dan
persma, dengan berfondasi pada beberapa toeri dan kisah-kisah pembrontakan di
belahan bumi lain yang mirip dengan rezim di Indonesia. Kembali pada fokus
penulis, pada bab-bab selanjutkan akan dijelaskan sejarah persma, profil
BEGERAK!, dan bagaiaman peran BERGERAK! dalam penumbangan rezim soeharto hingga
kelengserannya.Senin, 07 Maret 2016
Kamis, 03 Maret 2016
Minggu, 28 Februari 2016
Blogger + Buttermaker. XHTML Valid. Grab the RSS feed.
Converted by LiteThemes.com